Monday, November 8, 2010

melepaskan yang terbeban. (membebel)

Sedang cuba untuk 'bernafas'. :)

Seminggu yang menyesakkan dada. Seminggu terperap dalam rumah tak melihat cahaya kecuali dari lampu kalimantang (?), dan seminggu berhadapan dengan nota-nota kuliah sepenuh masa. Serius study sampai sesak nafas, lemas dan rasa nak throw up. Literally.

Patutlah bila bagi nota je senior kata: Hah, belajarlah sampai muntah. I never thought that the feeling would somehow happened to be true T____T

Seminggu study leave diberi, semata untuk midsem exam yang masanya cuma 1 jam, 1 kertas. Hoh, memang terbaik. Dan natijahnya, saya serahkan pada Dia yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya yang seorang ini.

Makanya, kalau ditakdirkan keputusan tak sebaik yang diharapkan (nauzzubillah minzalik), saya perlu redha dengan takdir Tuhan, kan? Sedang saya tahu sejauh mana cintanya Allah Taala kepada hamba-hambaNya.

Tuhan tak sekali-kali menciptakan manusia untuk diazab, tetapi Dia menciptakan kita dengan tanganNya, kemudian memuliakan kita di atas seluruh makhluk dengan memasukkan kita ke dalam syurga; negeri yang abadi.

Apatah lagi setiap takdir yang diatur Tuhan merupakan langkah yang dipersiapkanNya untuk kita menuju ke sana.

Makanya, kalau adanya terjadi takdir yang menyakitkan dan musibah yang melanda, ketahuilah kalau semua itu hanya 'alat' yang Allah gunakan untuk memperingat para hambaNya akan hakikat adanya mereka di dunia; yang kalau dunia ini bukanlah tempat tinggal kita.

Dunia adalah negeri ujian. Segeralah kembali kepadaNya, sebelum kita hilang kesempatan... Bukankah Allah Taala telah berfirman;

"...Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)." -Surah az-Zukhruf: 48.

"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)." -Surah as-Sajdah: 21.

Moga kalau saya 'hilang' daripada jalan menuju Cinta, saya akan bersegera untuk kembali padaNya. Tanpa henti.

Faiza 'azamta fatawakkal 'alallah, innallaha yuhibbul mutawakkilin. ilalliqa', insyaAllah. :)

Sisipan kecil: Duhai hati yang seringkali berbolak balik, janganlah adanya kamu terkorban dengan dunia. Sesungguhnya hidup hati sebenarnya untuk mencari mati yang sempurna.

1 comment:

abgreds said...

assalamualaikum...

bertemu laman ini semasa berlalulintas..

moga sdri mendapat kekuatan iman dan taqwa dalam mengejar cita yang didamba.

ujian dan dugaan sentiasa melingkari hidup kita. pohonlah sabar dan tabah dari Nya..