Thursday, July 29, 2010

Bila akhwat jatuh cinta.

Kalau akhwat jatuh cinta? Tak ada yang aneh. Kan mereka juga manusia. Bukankah cinta itu fitrah manusia? Tak pantaskah kalau akhwat jatuh cinta? Mereka juga punya hati dan rasa.

Tapi tahukah kalian betapa berbezanya akhwat muslimah saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya? Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Percayalah.
Namun sebaliknya, ketika akhwat jatuh cinta...
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap.

Dan ketika lelaki yang tak halal baginya, bergayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta dalam dirinya yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah rasa yang tidak tahu akan kepastiannya...

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu.

Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternoda. Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah. Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit.

Ketika Akhwat Jatuh Cinta.

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang berqiam adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut.

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan.

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan mungkin saja tak akan pernah halal baginya.

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh.

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya. Bahkan kalau dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan.

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta. Kerana yang ada adalah penderitaan jauh di dalam hatinya.

Tapi ukhti, bersabarlah. Bersabarlah.
Jadikan ini ujian dari Rabbmu.

Matikan saja rasa itu secepatnya, pasang tembok pembatas antara kau dan dia. Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai sebelum waktunya. Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap.

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya. Dan pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Ilahimu.

Ukhti, jangan pernah khuatir kau akan kehilangan cinta seorang manusia bernama lelaki. Kerana kalau memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu.

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersama, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu. Kalau itu yang termaktub, maka redhalah, sayang.

Ukhti, bersabarlah. Biarkan Allah yang mengaturkan segalanya. Maka yakinlah, semuanya akan baik-baik saja.

Semua Akan Indah Pada Waktunya.

By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'

----
:')

Ini memang pesanan yang tepat untuk diri aku sendiri. Tapi juga aku tujukan untuk sahabat-sahabat akhwat yang lainnya. Kamu sudi terima tak?

*sengih*

Aku merayu pada diri dan pada kamu. Jadikan diri kamu tetap mahal, teman. Setajam duri mawar bila cuba dipetik, sekuncup pohon semalu bila disentuh.

Terima kasih kepada sahabat dunia akhirat; Cik Bie, kerna sudi menghadiahkan link tulisan ini pada aku. Jazakallah, sayang! Hehe. Dengan pesanan, nanti kita keluar berdua lagi ye! Dah mula menyimpan rindu ni. ♥

8 comments:

Nursyahirah said...

:)

nhmnrh said...

*senyum*

Fna Ishak said...

tq, sgt kena dgn fna sekarang :')

Miss Hani Zain said...

thanks kak.
entry ni,bermkna sgt2 untk hani =)

niena sapphire said...

nak bertaubat lah. tq. ;'D

nhmnrh said...

fna

welcome, dear! :) Glad u like it.

hani

kasih diterima, dik! ♥ :) ambil jadi peringatan ye.

niena

sama-sama. bertaubat utk Allah ye niena. *senyum* i knw u can do it, insyaAllah.

may the force be with you.

syarifah radiah ibrahim said...

syukran jazilan nuha sayang!
:)

nhmnrh said...

afwan, kak radiah. heeee.

:)